ASAL MULA KABUPATEN TULUNGAGUNG
Menurut sejarahnya, wilayah Tulungagung merupakan wilayah kecil di
sekitar tempat yang saat ini adalah alun-alun kota. Nama Tulungagung
didapat karena adanya sumber air yang besar pada waktu itu. Dalam bahasa
Kawi, Tulung adalah mata air. Sedangkan, agung adalah besar.
LETAK KABUPATEN TULUNGAGUNG
Dikenal dengan sebutan Kota penghasil marmer terbesar di Indonesia,
Kabupaten Tulungagung terletak 154 Km arah barat daya Kota Surabaya.
Kabupaten Tulungagung berbatasan dengan Kabupaten Kediri di utara,
Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Blitar di timur dan Kabupaten
Trenggalek di barat.
Tulungagung terletak di ketinggian 85 Km dari atas permukaan laut.
Pada bagian barat merupakan daerah pegunungan, bagian dari pegunungan
Wilis-Liman. Pada bagian tengah, Tulungagung merupakan dataran rendah,
sedangkan di bagian selatan merupakan pegunungan, bagian dari pegunungan
Kidul.
Candi Penampehan yang terletak dilereng
Gunung Wilis, Dusun Turi Desa Geger kecamatan Sendang Kabupaten
Tulungagung merupakan candi Hindu kuno peninggalan kerajaan Mataram kuno
dibangun pada tahun saka 820 atau 898 Masehi. Arti penampehan itu
sendiri konon berasal dari Bahasa Jawa yang berarti antara penolakan dan
penerimaan yang bersyarat demikian tafsirnya.
Bagi warga Masyarakat Tulungagung siapa
yang belum mengenal Goa Pasir, Goa yang terletak di Dukuh Pasir Desa
Junjung Kecamatan Sumbergempol atau tepatnya di sisi utara pegunungan
kapur selatan (Gunung Podo) ini ternyata banyak menyimpan berbagai benda
purbakala (Patung, berbagai pahatan/relief yang ada di antara bebatuan,
makam kuno dan goa) yang dapat dijadikan obyek wisata sejarah maupun
cagar budaya.
Pantai yang terletak di Desa Kalibatur
Kecamatan Kalidawir atau sekitar kurang lebih 35 km kearah selatan dari
kota Tulungagung ini mempunyai keindahan dan panorama alam yang begitu
indah. Pantai Sine ini merupakan pantai bebas dengan ombak yang cukup
besar selain itu Pantai Sine ini merupakan pantai alam berbentuk teluk
di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung.
Pantai Coro Apa yang menarik dari pantai
ini? Pantai yang memiliki panjang sekitar 400 meter, pasirnya berwarna
putih, bersih, dan lembut. Menjadikan Pantai Coro tidak kalah dengan
pantai lain yang ada di Jawa Timur. Selain itu daya tarik lain pada
pantai yang berjarak sekitar 1,5 km timur padepokan "Retjo Sewu" adalah
keberadaannya yang masih natural, belum banyak tergarap, serta ombak
pantai juga tidak terlalu besar.
Pantai Popoh adalah obyek wisata pantai
yang terletak di pesisir Samudera Hindia Kabupaten Tulungagung. Pantai
ini merupakan salah satu obyek wisata andalan Tulungagung. Kawasan Popoh
berada di ujung timur Pegunungan Kidul.
Dilihat dari keadaan alamnya, Tulungagung memiliki beberapa potensi
alam yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Selain dari industri
marmer terbesar berpusat di sini, Tulungagung juga memiliki beberapa
sentra industri kecil dan menengah.
WISATA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
1.Candi Sanggrahan
Candi Sanggrahan terletak di Dusun
Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Secara umum kompleks
Candi Sanggrahan terdiri atas sebuah bangunan induk dan dua buah sisa
bangunan kecil lainnya. Bangunan induk menggunakan batuan andesit dengan
isian bata. Bangunan induk berukuran panjang 12,60 m, lebar 9,05 m, dan
tinggi 5,86 m. Bangunan ini terdiri atas empat tingkat yang
masing-masing berdenah bujursangkar dengan arah hadap ke barat.
Bangunan kecil yang berada disebelah
timur bangunan induk hanya tersisa bagian bawahnya saja. Di tempat ini
dulu terdapat lima buah arca Budha yang masing-masing memiliki posisi
mudra yang berbeda (demi keamanan arca tersebut sekarang tersimpan di
rumah Juru Pelihara).
Bangunan Candi Sanggrahan berada pada
teras/undakan berukuran 5,10 m x 42,50 m. Pagar penahan undakan itu
adalah bata setinggi tidak kurang dari dua meter.
Latar Belakang Sejarah
Para ahli sejarah menduga bahwa Candi
Sanggrahan dibangun sebagai tempat peristirahatan rombongan pembawa
jenazah pendeta wanita Budha kerajaan Majapahit bernama Gayatri yang
bergelar Rajapadmi. Jenazah itu dibawa dari Kraton Majapahit untuk
menjalani upacara pembakaran di sebuat tempat di sekitar Boyolangu.
Belakangan abu jenazahnya disimpan di Candi Boyolangu. Dimungkinkan
Candi Sanggrahan dibangun pada jaman Majapahit masa pemerintahan Raja
Hayam Wuruk (1359-1389 M).
2. Goa Selomangleng
Kompleks Goa Selomangleng yang menempati
areal kehutanan di lingkungan BKPH Kalidawir, atau tepatnya di Dusun
Sanggrahan Kidul, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, merupakan lereng
Jurang Sanggrahan yang cukup terjal. Berbatasan dengan kebun milik
penduduk, kompleks ini dapat dibedakan atas dua bagian, yakni bagian
yang sekarang agak datar yang berada di bagian bawah, serta bagian yang
terjal di bagian atas. Di bagian pertama itulah terdapat dua buah goa,
sedangkan sebuah candi terdapat di bagian kedua.
3. Candi Dadi
Komplek Candi Dadi berada pada
ketinggian 360 m dari permukaan laut, berada di areal kehutanan di
lingkungan RPH Kalidawir. Candi ini memiliki candi tunggal yang tidak
memiliki tangga masuk, hiasan, maupun arca. Candi tersebut berdiri tegak
pada puncak sebuah bukit di lingkungan pegunungan Walikukun. Denah
candi berbentuk bujursangkar dengan ukuran panjang 14 m, lebar 14 m, dan
tingi 6,50 m.
4. Candi Penampihan
5. Candi Boyolangu
Candi Boyolangu merupakan kompleks
percandian yang terdiri dari tiga bangunan perwara. Masing-masing
bangunan menghadap ke barat. Candi ini ditemukan kembali oleh masyarakat
pada tahun 1914 dalam timbunan tanah. Bangunan pertama disebut dengan
bangunan induk perwara, karena bangunan ini berukuran lebih besar
dibanding dengan bangunan kedua dan bangunan lainnya. Letak bangunan ini
di tengah bangunan lainnya.
6. Goa Pasir
7. Pantai Sine
8. Pantai Coro
9. Pantai Popoh
10. Waduk Wonorejo
Waduk Wonorejo adalah waduk terbesar di
Asia Tenggara dengan debit 15.000 m3 per detik. Selain berfungsi sebagai
PLTA dan sebagai irigasi, Waduk Wonorejo juga diperkenalkan sebagai
obyek "journey" yang menyuguhkan kenyamanan dan ketersediaan fasilitas
rekreasi. Dalam konsepnya Waduk Wonorejo dimaksudkan untuk penyuplai air
bersih baik untuk kawasan Tulungagung maupun sekitarnya, sebagai sarana
irigasi di daerah Pagerwojo dan sekitarnya, dan sarana penggerak turbin
untuk menghasilkan energi listrik